Membuat Kreasi Bunga Mawar
Pagi ini adik Asma sudah ada dirumah Bi Nafisa karena kami menginap. Sudah dua pekan Asma gak main kemana-mana karena masih mengikuti aturan dari Satgas Covid, kita gak boleh main dulu selama dua pekan walaupun mamah yakin hasil positif covid Adek bukan karena virus covid tapi karena sudah flu batuk biasa dan sampai sekarang flu batuknya masih belum sembuh..🤭
Yang membuat saya yakin adek flu batuk biasa karena :
1. Gak lemas tetap aktif main
2. Nafsu makan masih oke
3. Penciuman dan rasa masih oke
4. Gak pusing kok katanya.
Vitaminpun sudah hampir habis tapi masih aja flu dan batuk, sepertinya memang sedang beradaptasi sama cuaca disini yang lebih dingin dari Purwokerto.😁
Oke, sekian dulu cerita tentang sakitnya. Insyallah anak-anak Allah jaga dari penyakit-penyakit berbahaya..Aamiin
Nah, pagi ini kami membaca buku yang berjudul "Bunga Mawar yang Sombong". Buku ini sudah dibaca kemarin sore tapi ternyata para bocil ketagihan. Okedeh kita baca lagi ya, hayu disimak ya anak-anak🤭
Buku ini bercerita tentang seorang anak yang bernama Nis. Nis anak yang rajin, setiap pagi sebelum berangkat sekolah Nis menyapu dan menyiram bunga-bunganya. Nis memiliki berbagai macam bunga seperti melati, bunga matahari, bunga sepatu, dan bunga mawar.
Ketika menyiram bunga, Nis sangat senang melihat bunga mawar yang sedang mekar dan memujinya. Ketika Nis berangkat sekolah, para bunga bercakap-cakap saling menyapa dan menceritakan kebaikan Nis. Namun, beda dengan bunga mawar yang tidak bertegur sama malah menjawab ketus ketika disapa teman-temanny.
Waah, mengapa bisa seperti itu ya sikap bunga mawar?
Ternyata mawar merasa jadi bunga yang sangat indah dan istimewa karena baru saja dipuji Nis, temannya berusaha mengingatkan agar bunga mawar tidak jadi sombong karena mungkin suatu saat dia akan diabaikan, namun si bunga mawar tetap sombong dan ketika itu pula turun hujan yang sangat lebat dan membuat kelopak bunga mawar lepas dari tangkainya.
Ketika Nis pulang dia merasa kecewa karena bunga mawarnya rontok, akhirnya dia meminta agar bunga yang lain tetap mekar.
Pesan moral dari buku ini adalah :" janganlah sombong tapi jadilah orang yang rendah hati.
Setelah membaca, kami membuat kreasi bunga mawar dari kertas origami.
Anak-anak ternyata antusias walaupun agak kesulita mengikuti tutorial jadi saya mencoba terlebih dahulu, kemudian mengajarkannya ke Nafisa, kalau Asma belum tertarik bagian lipat-lipatnya, dia hanya tertarik ketika memutar kertas menjadi bentuk bunga. Awalnya diapun ikut melipat, hasilnya memang belum rapi, lipatannya belum simetris dan akhirnya dia bosen karena gak bisa, dia akhirnya main kertas sendiri, gunting tempel sendiri🤭
Selesai membuat bunga, kami mencari ranting dan menempelkan bunga mawar kertas tersebut di ranting dan diberi hiasan daun.
Komentar
Posting Komentar